Posted by: suryashambala on: Mei 7, 2008
Maka baiklah jika kamu berdoa: “Ya Allah Tuhan langit dan bumi, aku bersaksi bahwa tiada yang ada selain Engkau; Tiada Tuhan selain Engkau; dan Tiada kekuatan melainkan seluruhnya ada dalam genggaman-Mu. Aku beriman kepada kuasa multlak-Mu, ya Allah. Aku beriman kepada kemahaadilan-Mu. Aku beriman kepada kemahasucian-Mu. Aku beriman kepada kemahabijaksanaan-Mu. Aku beriman kepada kemahapengasihan dan kemahapenyayangan-Mu. Dan aku beriman, bahwa Engkau adalah Tuhan yang Maha Sempurna. Maka biarkanlah mata hatiku senantiasa terbuka, ya Allah! Biarkanlah senantiasa kusaksikan pesona keagungan dan kebesaran-Mu, ya Allah! Biarkanlah pandangan ini senatiasa tertuju kepada-Mu, ya Allah! Janganlah engkau biarkan nafsu duniawiku memalingkan aku dari-Mu barang sekejap pun! Dan jadikanlah dalam diri ini hamba-Mu ini hanya tersisa kehendak-Mu semata!
Posted by: suryashambala on: Mei 7, 2008
Tuhan yang Maha Luas telah menciptakan manusia dengan keluasan berpikir dan keluasan menelaah. Tuhan telah menganugerahi manusia dengan akal pikiran yang dengannya ia mampu membaca ilmu Allah, mengungkap rahasia dibalik ciptaan-Nya, dan mengenali hakekat Allah. Namun kebanyakan manusia lupa bahwa bahwa dengan semua itu Tuhan hendak menghantarkan manusia kepada sebuah kesadaran bahwa betapa luas dan tak terhingganya Allah. Bahwa tak akan pernah dapat ia menampung seluruh ilmu Allah; bahwa tak akan pernah dapat ia menyingkap seluruh rahasia dibalik ciptaan Allah; dan bahwa tak akan pernah dapat ia memahami sepenuhnya hakekat Allah. Maka hendaklah manusia, di dalam menempuh jalannya sebagai manusia itu, tidak melupakan tujuan diadakannya jalan itu. Dan hendaklah ia berkata: “Ya Allah, Tuhan yang Maha Luas, jagalah hambamu ini dari melupakan barang sesaat pun, bahwa sesungguhnya hamba senantiasa tenggelam di dalam kemahaluasan-Mu.”
Posted by: suryashambala on: Mei 7, 2008
Tuhan yang Maha Terpuji telah menciptakan manusia sebagai mahluk yang dikaruniai banyak hal terpuji. Namun kebanyakan manusia seakan-akan lupa bahwa hanya bagi Allah-lah segala puja dan puji. Kebanyakan manusia sibuk melengkapi diri dan hidupnya dengan segala hal yang sekiranya dapat mendatangkan pujian manusia lain atas dirinya. Kebanyakan manusia sibuk memperbanyak harta, sibuk memperbesar kekuasaan, dan sibuk mempertinggi kedudukan. Kebutuhan untuk merebut dan manarik sebanyak mungkin pujian telah menjadi kebutuhan hidup tertinggi kebanyakan manusia, sehingga Tuhan pun menjadi terlupakan. Kebanyakan manusia telah benar-benar menjadi mahluk yang begitu takut untuk menyerahkan seluruh pujian agar sepenuhnya hanya menjadi hak Allah. Padahal Allah telah menjanjikan kepada manusia: “Barang siapa yang menyerahkan seluruh pujian kepada-Ku, maka ia akan menjadi pintu gerbang bagi segala pujian yang datang menuju kehadirat-Ku.”
Posted by: suryashambala on: Mei 7, 2008
Tuhan yang Maha Kuasa telah menciptakan manusia dan menganugerahkan kepadanya setitik kuasa dan kecerdasan. Namun kebayakan manusia seakan-akan lupa bahwa sang pemberi kuasa pastilah lebih berkuasa dari si penerima kuasa. Setitik kuasa yang Allah anugerahkan kepada manusia telah membuatnya lalai dari mengingat kebesaran dan kuasa mutlak Allah—Tuhan pengatur langit dan bumi. Tidakah manusia mau sedikit saja berpikir dengan akal yang diberikan kepadanya itu, sehingga dengan itu ia menjadi tahu dan sadar bahwa tidak sedikitpun dari apa yang terjadi, baik di langit maupun di bumi, yang terjadi oleh sebab keinginan dirinya? Tidakkah juga manusia mengerti bahwa segala sesuatu yang terjadi di langit dan di bumi adalah dalam kuasa dan izin Allah? Maka katakanlah hai manusia: “Tiada sedikit pun kekuatan melainkan seluruhnya ada dalam genggaman-Mu, ya Allah!”
Posted by: suryashambala on: Mei 7, 2008
Tuhan yang Maha Indah telah menciptakan dunia ini juga nampak begitu indah dan mempesona dalam pendangan manusia. Namun kebanyakan manusia seakan-akan lupa bahwa sang pencipta dunia yang indah ini pastilah jauh lebih indah dari indahnya dunia ciptaan-Nya. Pesona keindahan dunia telah menutup mata dan melalaikan hati kebanyakan manusia dari terpesona kepada keindahan Tuhan yang Maha Indah. Bukalah mata badanmu tapi jangalah kamu tutup mata hatimu. Nikmatilah keindahan dunia ini tapi janganlah hatimu lalai dari rasa kagum dan pengagungan kepada Dia yang menciptakan segala keindahan dunia ini.
Posted by: suryashambala on: Mei 7, 2008
Jika kamu berkata bahwa Allah-lah Tuhanmu, maka baiklah kamu memperhatikan untuk siapakah hidup dan ibadahmu kamu lakukan? Jika kamu berkata bahwa Allah-lah satu-satunya Tuhan; yang Maha Besar dan yang Maha Kuasa, maka baiklah kamu memperhatikan adakah kamu bergantung kepada selain Dia? Dan jika kamu berkata bahwa kamu sungguh mencintai-Nya, maka baiklah kamu memperhatikan, adakah tujuan dan maksud lain dari segala yang kamu lakukan selain dari mengejar dan menggapai cinta dan keridhaan-Nya?
Posted by: suryashambala on: Mei 7, 2008
Senantiasa berbaik sangkalah kamu terhadap Allah. Janganlah satu kesulitan dan satu kesusahan pun membuatmu berputus asa dari rahmat-Nya, karena beputus asa dari rahmat Allah adalah begitu dekat dengan kekafiran yang sempurna. Dan ketahuilah bahwa tiadalah Dia mendatangkan ujian kepadamu melainkan agar dengannya menjadi terang dalam pandanganmu bahwa hanya Dia lah satu-satunya tempat untuk bergantung. Dan agar dengan itu menjadi lenyaplah segala kesombongan dan keangkuhan yang ada dalam hatimu. Maka jika kesukaran dan penderitaan menghampirimu, jadikanlah ia sebagai energi pendorong yang dengannya kamu mempunyai kesanggupan untuk mengaku kalah dihadapan-Nya. Tersungkur dan bersujudlah kepada-Nya dengan penyerahan diri yang sempurna, serta janganlah kamu ikuti bisikan syaitan dalam dadamu yang berupaya untuk menyeretmu menjauh dan meninggalkan-Nya.
Posted by: suryashambala on: Mei 7, 2008
Allah Dialah Tuhan yang Maha Esa. Tiada Tuhan selain Dia. Tiada tempat yang layak dijadikan gantungan selain Dia. Tiada yang patut untuk diimani selain Dia. Tiada tempat yang layak untuk menyerahkan hidup, cita, dan cinta selain pada-Nya. Dan Tiada Dia dapat dijumpai kecuali oleh orang-orang yang telah menjadi Tiada untuk-Nya.